Manifestasi Tuhan yang Terindah

“Siapakah manifstasi terindah dari Tuhan?” Itu adalah sebuah pertanyan yang membuat kita terbang kealam mimpi untuk mlakukan pencarian, hingga membuat kita mengenali banyak orang yang kita anggap buruk karna tidak memberikan kebaikan bagi kita. Berbicara tentang pencarian, kita tidak pernah tahu siapa orang pertama yang harus kita kenali sehingga membuat kita selalu salah dalam melakukan pencarian. Seperti yang dikatakan Al Capone “saya sudah melewatkan tahun-tahun dalam hidup saya memberi orang-orang kesenangan, membantu mereka menikmati hidup, dan apa yang saya peroleh adalah perlakuan kejam, sebagai orang yang diburu-buru”.

Itu yang dikatakan Al Capone. Ya, musuh masyarakat paling terkenal, pemimpin gang paling terkenal yang pernah membantai Chikago. Capone tidak mengutuk dirinya. Dia sebenarnya menganggap dirinya sebagai dermawan, dermawan yang tidak dihargai dan dimengerti secara keliru.

Tidak jauh berbeda dengan Capone, Crowley si “dua senjata” dia menulis sepucuk surat yang ditujukan “untuk mereka yang berkepentingan.” Dan, ketika dia menulis, darah mengalir dari lukanya meninggalkan merah di kertas. Dalam suratnya ini, Crowley berkata: “dibalik pakaian saya ada sebuah hati yang letih, tapi sebuah hati yang baik, yang tidak tega melukai siapa pun.”

Beberapa saat sebelum ini terjadi, Crowley baru saja mengadakan pesta kencan dengan pacarnya dipinggir kota Long Island. Tiba-tiba seorang polisi muncul menghampiri mobil dan meminta: “coba saya lihat urat mengemudi anda.”

Tanpa berkata sepatah kata pun, Crowley menarik picu senjatanya dan menembak polisi itu hingga mandi darah. Tatkala polisi yang menjadi korban itu jatuh, Crowley melompat keluar mobil, merampas senjatanya, dan menembakkan sebutir peluru lagi ketubuh tak berdaya itu. Dan itulah si pembunuh yang berkata: “dibalik pakaian saya ada sebuah hati yang letih, tapi sebuah hati yang baik, yang tidak tega melukai siapa pun.”

Crowley dihukum mati di kursi listrik. Begitu dia tiba di penjara Sing Sing, apakah dia berkata, “ini yang saya peroleh karena membunuh orang-orang”? tidak, dia berkata: “ini yang saya peroleh karena membela diri.” Hal penting dari kisah ini adalah: Crowley si “dua senjata” tidak menyalahkan dirinya sama sekali.

Bukan hanya kedua kisah itu saja yang menarik, namun kisah yang paling menarik adalah kisah disaat kita mencoba memahami orang lain dengan memperbaiki diri kita terlebih dahulu. Namun sayang kita tidak pernah sempat memperbaiki diri kita, sebelum kita mencoba memahami orang lain. Sehingga ktika kita mendapatkan jawaban mengenai “siapakah manifestasi terindah Tuhan,” maka jawabannya adalah “aku”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s