Penantian

Kala senja berwarna ungu

Aku lelah menanti-Mu

Duri-duri tak lagi menyakiti

Rindu tak mampuh menyelimuti

 

Wahai jiwa yang berlari dalam gelap
Kemana lagi pengaduan ini harus terluap?
Keletihan ini seperti berlari mengejar gelombang
Yang menghilang dalam dekapan pantai yang garang

 

Wahai luka yang kian perih

Hati mana lagi yang sanggup menyapih?
Kerapuhan ini seperti abu yang iri pada batu
Terbang dalam angin yang menusuk kulit hingga ungu


Sedikit,

Aku cuma ingin menjerit pada langit
yang enggan memberiku keteduhan

Beri aku sepotong awan
Beri aku setitik hujan
Berilah aku sedikit tawa yang terbenam
yang sempat kau buang dalam mimpiku yang kelam

Wahai pujangga hati, rebahkan rindu
di pembaringan malam

Aku ingin bertemu dan meneguk anggur
di ruang hati terdalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s