derita_senyuman

Tahukah Engkau

pertemuan-dan-perpisahan

Dari pertama kita berjumpa

Sudah sangatku sadari

Kau adalah bunga yang menanti mentari pagi hari

Sementara aku adalah akar yang terpendam dalam kegelapan

Yaa,,

Kau mencari kebenaran disetiap sudut kaca

Dan masih mencoba tuntaskan gelisah jiwa

Kau bilang demi senyuman, demi harapan

Dan demi syurga yang telah engkau siapkan

Namun apa yang ku dapat

Ranting rapuh yang tak kuat diikat

Kain lusuh yang tergelar berduri

Yang menambah deritaku tak bertepi

Kau tahu hati tak mampuh terungkap

Namun ingatlah senyumku takkan pernah tidur lelap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s