Positivisme Logis __ Alfred Ayer

Biografi Singkat Ayer

Seorang Alfred Ayer (1910-1989) merupakan salah seorang pemikir yang memberikan penting dalam sejarah pemikiran. Untuk pertama kalinya, ia belajar filologi klasik dan filsafat di Oxford. Setelah ia merasa cukup dengan pengetahunnya, ia berkunjung ke salah satu universitas yang berada di Australia tepatnya yang berada di kota Wina. Pada perang Dunia ke-2, ia bergabung dengan tentara Inggris sebagai Intelegent militer karena kecerdasannya dalam membaca situasi dan kondisi pada saat perang.

Setelah perang usai, Ayer diangkat menjadi Profesor di universitad London, dan karena kecrdasan dan keuletannya dalam menggeluti ilmu pengetahuan tepat pada usia 25 tahun ia sudah dapat menerbitkan bukunya yang berjudul Truth and Logic. Tidak berhenti dari sana ia pun senantiasa aktif mengajar dan menulis untuk murid-muridnya.

Pemikiran Utama Ayer

Secara umum para penganut positivism memiliki minat terhadap saint yang berpengaruh besar terhadap pemikiran filsafat. Sebagaimana seorang Ayer membawa pemikiran positivism logis yang bertujuan untuk mengaitkan analisis logis Russel dan tradisi empiris Inggris. Ia meyakini bahwa apa yang dicarinya sudah dihasilkan dengan baik oleh Lingkungan Wina. Dan dari berbagai pemikirannya ia menghasilkan sebuah pertanyaan poko, yaitu: bagai mana dapat ditentukan suatu norma yang dapat membedakan ucapan-ucapan yang bermakna dari ucapan-ucapan yang tidak bermakna?

Program neo positivism, yang berpandangan bahwa verifikasi bermaksud menentukan maknasuatu ucapan bukan kebenarannya, karena suatu ucapan yang bermakna bisa benar bisa salah. Menurut verfikasi, ucapan yang seperti apakah yang bermaksud itu? Suatu ucapan yang bermaksud adalah merupakan observation-statement yaitu pernyataan yang menyangkut realitas indrawi, dalam artian observasi.

Nilai dalam Pandangan Ayer

Jika subjektivisme tradisional berpendapat bahwa nilai senantiasa menegaskan keberadaan suasana batin tertentu. Seperti pertimbangan benar atau salah, yang dia tegaskan dalam pengalaman batinnya. Sementara Ayer membuat perbandingan etis atau pertimbangan nilai  semata-mata hanya mengungkapkan, bukan menegaskan suatu perasaan tertentu dan mengungkapkan perasaan tersebut tidaklah benar atau salah. Seperti tawa yang meledak-ledak atau jeritan yang ketakutan yang tidak mengandung nilai benar atau salah.

Ayer menegaskan bahwa kita tidak memperdebatkan nilai, tapi kita membuktikan fakta yang berkaitan dengan kasus yang dibicarakan. Seperti ia senantiasa menolak keberadaan dunia yang berbeda dengan dunia fakta, atau ia berpendapat bahwa nilai itu tidak memiliki makna karena hanya merupakan sebuah kehadiran dari satu alam emosi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s